Seperti Kamen Rider


Sejak kenal Kamen Rider Riyuki sejak itu pula aku menyukai serial Kamen Rider. Bahkan sebelum Kamen Rider Riyuki muncul, ada generasi pendahulunya yang sangat terkenal waktu itu. Iya, kamu benar Satria Baja Hitam.

Saking sukanya sama Kamen Rider, waktu kecil aku dan kakakku sepertinya nggak pernah absen menonton serial ini. Setiap hari minggu pagi, kami pasti sudah siap di depan tv pakdeku hanya untuk nungguin serial Kamen Rider muncul.

Setelah aku tumbuh dewasa kebiasaan ngikutin Kamen Rider pun juga masih berlanjut. Bahkan saat kuliah, di semester awal aku sampai bela-belain ke salah satu warnet di Jogja hanya untuk mendownload serial ini.

Salah satu alasan kenapa aku suka dengan serial yang satu ini adalah karena aku suka dengan gaya mereka kalo sedang berubah. Seperti biasa kalo musuh sudah di depan mata, pasti mereka akan memasang posisi iconic. Dan dengan beberapa gerakan mereka pun berubah dengan cepat menjadi seorang Kamen Rider.

Kamen Rider Ryuki  dan Satria Baja Hitam

 

Saat tumbuh dewasa ternyata saat itu juga banyak perubahan disekitar kita yang mengikutinya. Salah satunya perubahan yang aku sadari adalah perubahan orang tuaku di rumah. Terutama perubahan secara fisik.

Perubahan itu aku sadari setelah menyelesaikan kuliah dan saat itu juga aku punya banyak waktu untuk di rumah. Banyaknya kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan orang tua ini, membuat aku semakin jeli mengamati perubahan mereka. Ibuku misalnya, setelah aku perhatikan ternyata sekarang rambut ibuku sudah mulai beruban. Dan garis-garis keriput sudah mulai terlihat di wajahnya. Bapak juga begitu, rambut bapak juga sudah beruban. Bahkan semua rambutnya sudah memutih. Dan kalo sudah begitu biasanya bapak akan menyemir rambut, supaya penampilannya terlihat lebih fresh.

Padahal sepertinya baru kemarin aku melihat mereka masih begitu muda. Di saat aku nggak bisa apa-apa, masih digendong mereka, di ajak main kemana-mana, dan merengek supaya dibelikan sesuatu yang aku minta. Tapi tahu-tahu sekarang mereka sudah menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Selain orang tua, ternyata orang-orang terdekat juga ikut berubah. Teman SMP yang tahu-tahu sudah mau menikah. Saudara yang dulunya baru kelas satu SMA tahu-tahunya udah lulus. Atau keponakan yang dulunya belum bisa apa-apa sekarang sudah jadi keponakan yang pinter naik sepeda roda dua.

“Om liat om aku udah bisa naik sepeda lho.” Pamer keponakan saat aku mampir ke rumah mbakku.

“Iya, ini om juga lagi liat.” Lalu setelah itu si keponakan kebut-kebutan di komplek perumahan. Menikung ke kanan dan ke kiri. Benar-benar mendalami peran sebagai seorang pebalap.

Perubahan kayak gini, kok cepat sekali ya?

Padahal kalo dipikir-pikir sebenarnya ini adalah perubahan alami yang  berproses atau berlangsung secara nggak instan. Tapi karena kita sudah terbiasa hanyut dalam waktu, entah itu; kesibukan, kebahagiaan, atau kesedihan. Perubahan yang sebenarnya berproses tiba-tiba bisa terasa begitu cepat. Bukankah begitu?

Kamen Rider Gaim

Sekarang aku pun juga berubah karena aku sekarang sudah nggak lagi ngikutin serial Kamen Rider. Mungkin  terakhir aku menonton serial Kamen Rider pada tahun 2015. Tepatnya menonton serial Kamen Rider Gaim.

Tapi meski begitu satu hal yang aku sadari, sebenarnya aku hidup diantara perubahan, baik perubahan diri sendiri atau perubahan yang dialami orang lain. Hidup diantara perubahan yang sering kali terasa cepat. Iya, sekali lagi waktu yang cepat berlalu membuat perubahan yang sebenarnya mengalami proses, berubah menjadi perubahan yang terasa cepat.

Perubahan yang terasa begitu cepat seperti perubahan seorang Kamen Rider.


 

Sumber gambar:

http://orig04.deviantart.net/fac0/f/2015/228/d/d/kamen_rider_ryuki_wallpaper_by_malecoc-d95w2s0.png

https://i.ytimg.com/vi/FJS13e8ms3I/maxresdefault.jpg

http://orig13.deviantart.net/e9d5/f/2013/334/7/4/74d42e92aaf0ad8f3447b3fa30a69b0a-d6w7cyi.jpg