Diary

Suatu Hari di Tukang Foto Copy (kok kayak judul FTV yak?)


Waktu itu aku masih SMP, tepatnya saat pelajaran Teknik Informatika di Lab. Komputer.

Seperti biasa sebelum pelajaran dimulai kami iseng memainkan komputer di depan kami. Kebetulan di komputerku ada satu folder terpampang di dashboard bernama Jangan Dibuka.

Seperti yang bisa diduga nama folder seperti ini justru malah bikin penasaran untuk diklik. Tapi sepertinya keputusan itu justru bikin emosi, karena folder tadi cuma folder jebakan. Isinya hanyalah folder di dalam folder.

Klik folder: Jangan Dibuka.

Muncul folder lagi: Dibilangin Jangan Dibuka.

Klik lagi.

Muncul lagi: Nekat Ternyata.

Klik lagi.

Ngeyel.

Klik lagi.

Ini Kosong.

Klik lagi.

Gak Percaya.

Sudah begitu, meski sudah tahu kalo dikerjain, tetep aja aku terus lanjut ngeklik. Dan emang bener, setelah semua folder aku klik, ternyata isinya emang….kosong. Padahal dari awal aku berharap kalo isinya benar-benar mengejutkan, isi blewah misalnya (?).

Ya begitulah, selain alasan yang paling ngeselin tadi yaitu ngerjain orang, kita pernah melakukan hal ini, membuat folder penyimpanan di komputer yang nama folder dan isinya saling bertolak belakang.

Selain alasan tadi, ada beberapa alasan lain seperti, pengen menyembunyikan sesuatu, atau untuk menggambarkan isinya.

Misalnya, foldernya bernama Kiamat tapi setelah dibuka ternyata isinya skripsi atau tugas kuliah. Mungkin karena saking beratnya skripsi sama tugas kuliah sampai-sampai rasanya mau kiamat, maka foldernya pun ditulis dengan nama Kiamat.

Atau untuk menyembunyikan sesuatu. Misalnya, foldernya bernama Tugas Penting tapi pas dibuka ternyata isinya kumpulan bokep. Atau yang absurd sedikit, foldernya bernama Musik tapi pas dibuka isinya ternyata blewah (?). Ya, namanya juga absurd.

Nggak terkecuali aku. Belum lama ini aku membuat jenis folder seperti ini.

Cerita Yang Berkaitan Sama Postingan Ini : Jodo Adalah……

Saking seringnya memasukan lamaran kerja ke mana-mana melalui email, di laptopku sekarang bertambah satu folder lagi yaitu folder bernama Lamaran Kerja.

Kegiatan yang sering aku lakukan ini membuat isi folder Lamaran Kerja ternyata semakin hari semakin banyak. Dan ini juga yang membuatku mengganti nama folder Lamaran Kerja menjadi folder bernama Melamar Kamu.

Ya, seenggaknya meski belum merasakan melamar seseorang, aku sudah merasakan bagaimana melamar kamu (baca: melamar perusahaan).

Suatu hari seperti biasa aku sedang membuat surat lamaran karena ada satu kerjaan yang menurutku menarik. Dan surat itu harus aku kirim langsung serta berbentuk cetak.

Masalahnya adalah di rumah emang nggak ada printer. Dan Berhubung di rumah nggak ada printer, maka salah satu solusi dari masalah ini adalah naik motor sambil bawa flash disk, lalu pergi ke tukang foto copyan, lalu nge print, lalu masalah pun bisa selesai.

Pergilah aku ke tukang foto copyan, naik motor, dan membawa flash disk.

Di tempat tukang foto copyan ternyata ada tiga mas-mas yang lagi jaga. Satu sedang sibuk di depan mesin foto copy, satu sedang sibuk ngetik di komputer, dan yang satunya lagi nggak kelihatan karena sedang di balik mesin foto copy. Mungkin dia sedang sibuk mengupas blewah (oke-oke, jokes yang ini emang nggak berhasil).

Mengingat keperluanku adalah nge print, maka aku langsung bergegas ke mas-mas yang di depan komputer. Dan mulai dari sini kejadian akward itu pun terjadi.

Aku mendatangi mas-mas yang sedang di depan komputer kataku, “Mas, nge print.”

“Nge print sendiri atau saya print kan?” Tanyanya.

“Masnya aja deh sekalian,” Aku menyerahkan flash diskku lalu masnya mencolokan flash disk ke komputer.

Dan di sinilah aku baru ingat. Saat masnya membuka flash disk, aku baru ingat kalo dokumen yang harus aku print berada di folder Melamar Kamu.

“Yang mana mas?” Tanya masnya karena di flash diskku ada banyak folder  selain folder Melamar Kamu.

“Yang Me..melamar…..,” Jawabku nanggung karena sampai di sini aku menduga kalo ini diteruskan nanti aku dikira mau melamar masnya.

“Melamar?” Tanya masnya karena belum nemu folder yang kumaksud.

“Iya mas, Melamar.”

Masnya mencari sekali lagi, lalu beberapa detik dia bisa menemukan folder yang kumaksud, “Oo yang Melamar Ka…,” balas masnya dengan jawaban nanggung. Mungkin dia berpikir kalo ini diucapkan, dia berasa sedang melamar cowok yang ada di depannya.

Kami saling menatap sebentar.

Tatapan saling najis tepatnya.

Dokumen pun berhasil di print, lalu aku membayar, dan bergegas pulang. Sejak saat itu aku pun berpikir ulang tentang nama folder. Mungkin setelah kejadian ini aku akan mengganti nama folder Melamar Kamu. Supaya nggak ada lagi kejadian akward saat nge print surat lamaran di tukang foto copyan.

Iya deh kayaknya emang harus ganti. Dan salah satu nama pengganti folder Melamar Kamu  yang baru kepikiran adalah, Melamar Kamu Kalo Kamu Yang Ngeprint Isi Folder Ini Adalah Seorang Cewek Yang Sesuai Tipeku.

Iya sih, nama pengganti yang satu ini memang kepanjangan.


 

9 thoughts on “Suatu Hari di Tukang Foto Copy (kok kayak judul FTV yak?)

  1. Masalah yg ngerjain pake folder dalam folder itu pernah gue rasakan bro. Jadi korban dan membuat pernah gue lakukan. Hehe

    Melamar kamu? Ah.. so sweet bgt klo pas cewek cantik yg ngeprintin mas. Apalagi dia tipikal cewek bemper. Eh baper maksudnya. Hehe

    1. wikidaw, kayaknya lo komen tulisan ini pas lagi servis truk yak? baper aja ketuker sama bamper hehehe. Eh, berarti lo tersangka dan korban nih? Iseng juga yak. haha

  2. Ada apa dgn blewah… :D. seperti biasa tulusan Igna selalu segar, sesegar es blewah. Soal folder saya ga pernah namain yg seperti iqna sih. Lamaran kerja ya foldernya dinamain CV. Kumpulan bokep ga ada, yg ada folder movie yg isinya film bajakan… Hehe. Kumpulan foto dinamain sesuai momennya. Tapi pengalamanmu seru jg ya waktu tukar tatapan najis, kirain endingnya mau sweet kayak ftv… Ternyata sad ending ah… Hahaha.

  3. aku dulu juga pernah buka folder isinya cuma folder kosong doang mas, hahaha

    apalagi kalau temenku udah nyembunyiin film blewah, foldernya dikasih nama aneh aneh dan bukanya susah banget, kadang dia aja lupa sendiri pas mau buka haha.

    Tentang nama folder Melamar ka… itu sepertinya cocok kalau yang jaga cewek single cantik sexy bohay aduahai, hahaha. Kalau saranku sih mending ganti aja pakai nama Es Blewah Bikin Seger, pasti gak canggung lagi pas mau ngomongnya hihihihi

    1. hahaha situ kena jebakan juga ternyata.. gila temen lo tuh, nyembunyiin sendiri lupa sendiri, ahahaha.. es blewah bikin seger? wah wah ini makin ambigu nih

  4. soal nama folder pun bisa jadi postingan ya..emang ide itu berserakan di mana mana hihihi…dan orang yang bikin folder jagan dibuka begitu emang orang orang yang kurang kerjaan. Kalau gue ahhh mana sempat…haha

    besok besok lagi kalau bikin nama folder jangan ambigu makanya ya huehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *